Kamis, 19 April 2012

Investasi Rp1,5 M, TVS Bangun Lima Diler di Sulsel

detail berita
TVS Neo XR 110cc
MAKASSAR - Mengokohkan posisi di Indonesia, PT TVS Motor Company Indonesia melakukan pengembangan bisnis di sejumlah daerah. Pengembangan ini diharapkan mampu mendongkrak penjualan motor TVS di Indonesia.

Head Corporate Communication TVS Motor Company Indonesia, Nurlida Fatmikasari, mengatakan, di 2012 TVS sudah membidik beberapa lokasi pembukaan diler yang mengusung konsep 3S, yakni Sales (penjualan), Service (bengkel), dan Spare-part (suku cadang).

Khusus di Sulawesi Selatan (Sulsel), TVS akan menginvestasikan sekitar Rp 1,5 miliar untuk pembangunan lima diler dengan sistem partnership. "Rencananya kami akan buka diler di Palopo, Bone, Sengkang, Bulukumba, dan Parepare. Dengan investasi sekitar Rp 300 juta untuk setiap diler," kata Nurlida Fatmikasari.

Area Manager PT TVS Motor Company Indonesia untuk wilayah Sulsel, Ferri Tambunan mengatakan, seiring dengan rencana pembukaan diler tersebut pihaknya menargetkan penjualan motor TVS hingga lima ribu unit di Sulsel pada 2012 ini.

Penjualan ini diharapkan bisa tercapai bahkan melebihi target dengan layanan optimal dari showroom TVS yang lebih dulu hadir. Di Sulsel sendiri TVS sudah punya empat diler, yakni TVS Makassar (Jl Mesjid Raya), TVS Daya Makassar, TVS Gowa, dan TVS Sungai Saddang.

“Di luar itu, diler kami ada di Kendari, Kolaka, Mamuju, Topoyo, dan Wonomulyo (Polman)," katanya.

Rabu, 18 April 2012

Memahami Kedipan MIL pada Honda PGM-FI
Arti kedipan indikator MIL pada sepeda motor Honda PGM-FI
Jakarta - Pada sepeda motor dengan mesin yang sudah menggunakan sistem injeksi atau PGM-FI pada Honda,  untuk memudahkan pemilik atau mekanik mengatasi gangguan, komputer dilengkapi dengan fungsi diagnosa mandiri atau self diagnostic function. Jika terjadi gangguan, lampu indikator gangguan atau Malfunction Indicator Lamp (MIL) akan menyala selama 2 detik dan kemudian mati (kalibrasi). Bila terjadi kegagalan atau kelainan pada sensor-sensor PGM-FI, lampu akan memberikan kode berupa kedipan sesuai dengan sensor yang rusak.

Ada 2 jenis kedipan MIL yaitu pendek (0,3 detik) dan kedipan panjang (1,3 detik). Jika berkedip pendek, berarti 1 dan MIL berkedip panjang berarti 10. Kode tersebut akan terus berkedip hingga permasalahan dapat diatasi. Jika terjadi dua atau lebih kerusakan, semua kode akan dikeluarkan secara berulang-ulang dan terjadi selama posisi kunci kontak ON.

Setiap kedipan itu merupakan kode untuk mendeteksi lokasi kerusakan pada mesin dengan teknologi PGM-FI. Dengan cara ini masalah bisa ditangani dengan cepat dan akurat.


 Berikut kode tersebut 
Jumlah Kedipan
Kode Kerusakan
1
Manifold Absolute Pressure
7
EOT/ECT (Engine Oil/Coolant Temperature)
8
Throttle Position (TP)
9
Air Intake Temperature
12
Injector
21
 Sensor O2/oksigen
29
Idle Air Control Valve (IACV)
33
Engine Control Module (ECM)
54
Bank Angle sensor

Selasa, 17 April 2012

Senam Anti Stres Buat Pengemudi
Teknik mengemudi mobil sangat mempengaruhi konsumsi bahan bakar
Jakarta - Terlalu lama mengemudi dapat menimbulkan kelelahan dan stres bagi pengemudi. Terlebih ketika menghadapi kemacetan. Berdasarkan penelitian Queensland University of Technology, menyetir dengan kondisi stres sama bahayanya dengan menggunakan ponsel saat mengemudi. Untuk sedikit mengurangi kadar tersebut ada senam khusus yang dapat dilakukan di balik kemudi. Ford Motor Indonesia berbagi tips beberapa gerakan untuk menjaga kesegaran saat mengemudi dan dilakukan saat mobil berhenti.
1. Pernapasan
Bernapas secara benar dan teratur merupakan kunci melawan stres sekaligus menenangkan Anda. Caranya, tarik napas panjang lewat hidung tahan hingga hitungan keempat dan keluarkan melalui mulut.
2. Leher
Setelah seharian duduk di kantor biasanya leher cederung tegang. Untuk relaksasi, letakkan kedua tangan pada setir, perlahan gerakkan kepala secara berputar (ke kanan dan kiri) membentuk lingkaran. Lakukan paling tidak 4 kali.
3. Punggung
Angkat kedua tangan Anda ke atas dan tarik napas dalam-dalam. Disaat bersamaan, tarik badan ke depan hingga menyentuh setir. Kemudian letakkan tangan kanan mengelilingi dada dan gunakan tangan kiri untuk menarik siku ke arah tubuh. Lakukan langkah sebaliknya untuk tangan kiri. Beban gerakan tersebut dapat mengurangi ketegangan di punggung bagian bawah.
4. Tangan dan kaki
Gerakan ini dapat menjaga kondisi tangan dan kaki agar tidak tegang. Genggam kedua tangan dan buatlah gerakan melingkar. Gerakan tersebut dapat membantu meredakan ketegangan dan mengalirkan peredaran darah. Begitu pula dengan kaki, saat berhenti jangan lupa mengistirahatkannya dan putar kedua kaki dengan gerakan melingkar.

Senin, 16 April 2012

Waspada dengan Perilaku yang Dapat Merusak Ban
Cek tekanan angin secara berkala 2 minggu sekali
Jakarta - Ban merupakan komponen sangat penting pada mobil. Inilah bagian yang menentukan kontak antara mobil dengan permukaan jalan. Ban bukan hanya sekadar menggelinding, juga menentukan kenyamanan dan keamanan bermobil. Karena itulah sangat penting memperhatikan kondisi ban secara regular.

Berikut beberapa perilaku yang bisa mengakibatkan ban cepat rusak - menurut Arijanto Notorahardjo - General Manager Marketing PT Gajah Tunggal. 
1. Jarang memeriksa tekanan angin
Kebanyakan pengemudi jarang memeriksa tekanan angin sesuai dengan ketentuan pabrik yang ditempelakn sisi dalam pintu depan. Ada pula yang tertipu karena terlihat tidak kempis. "Kebiasaan ini kerap terjadi tanpa disadari. Karena tekanan angin rendah mengakibatkan pada bagian tertentu dari ban "benjol" atau pecah. Penyebabnya, distribusi panas tidak merata," terang Ari. Jika tekanan terlalu tinggi, kebotakan ban juga tidak merata. Bagian tengah akan botak lebih cepat!
Untuk itu, periksa tekanan angin  dengan pengukur yang akurat dan berfungsi dengan baik. Paling ideal pemeriksaan dilakukan sebelum beraktivitas atau mobil sudah diam lebih dari 3 jam. Cara paling gampang, setelah mengisi bahan bakar di SPBU Pertamina (sayang sebagian alat pengisi angin tidak mengukur dengan baik) atau bisa juga melakukannya di Shell dan Total, ukur tekananan angin ban atau sekaligus menambahnya. 
2. Memeriksa dan merawat kondisi
Perhatikan kondisi ban, misalnya menyingkirkan batu yang menyelip di celah kembang atau bahkan adanya benda tajam yang menusuk telapak ban. Untuk ban tubeless, jika benda tadi sudah terlanjur tertanam dan menembus tapak ban, lebih baik dibiarkan sampai Anda menemukan tambal ban terdekat. 
Rotasi dan balansing ban setiap 5.000 km. Lakukan spooring  bila setir sudah bergetar atau mobil cenderung menarik ke satu arah! 
3. Bijak memilih jalan
"Beberapa pengemudi cenderung cuek dan malas memilih jalan. Tidak sedikit pula yang main hajar lubang meski terlihat tidak terlalu lebar," papar penggemar balap dan off-road ini. karena sering  berbenturan dengan jalan rusak, berlubang atau polisi tidur - apalagi tekanan angin ban rendah - apalagi tekanan angin kurang - bisa mengakibatkan ban benjol.
Jangan mengerem saat melewati lubang atau polisi tidur. Sebaiknya  mobil direm atau diperlambat  beberapa meter sebelumnya. Hindari juga melindas mata kucing dan dinding ban bersentuhan dengan sisi trotoar saat parkir.  
4. Mengemudi agresif
Jangan melakukan start.mengerem rem (utamanya mobil yang tidak dilengkapi dengan ABS)  mendadak dan membelok dengan cepat. Kondisi tersebut akan menyebabkan kebotakan ban tidak merata (flat spot). Jadi selama mengemudi tetaplah fokus ke depan!
5. Tidak dipakai terlalu lama
Jika memarkir mobil di garasi lebih dari 3 bulan, sebaiknya digantung menggunakan jack stand (penyanggah) pada keempat titik. Hal ini untuk mengurangi gejala "flat spot" karena bobot hanya bertumpu pada satu titik ban. 
6. Indeks beban 
Setiap ban memiliki indeks beban yang berbeda dan bisa dilihat di bagian samping dekat bibir pelek. Jika melebihi kapasitas,  bisa berakibat tapak cepat habis dan dindingnya . 
Perhitungannya, misal indeks beban 70, berarti ban tersebut harus mampu memikul beban maksimum 335 kg. Dikalikan keempat roda berarti total 1.340 kg. Selanjutnya, hitung bobot mobil, penumpang, bagasi dan bensin di tangki. Tidak boleh melebihi angkat tersebut. 

Indeks
Beban (kg)
Indeks
Beban (kg)
Indeks
(Beban) kg
70
335
80
450
90
600
71
345
81
462
91
615
72
355
82
475
92
630
73
365
83
487
93
650
74
375
84
500
94
670
75
387
85
515
95
690
76
400
86
530
96
710
77
412
87
545
97
730
78
425
88
560
98
750
79
437
89
580
99
775