Sabtu, 05 Mei 2012

Yamaha Indonesia Serius Garap "Fleet"
 
Jakarta - Yamaha Indonesia serius memperlebar sayap bisnisnya pada konsumen berbasis perusahaan (fleet) mulai tahun ini. Sutarya, Direktur Pemasaran PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) berharap dengan cara ini bisa mengejar 5-10 persen dari target total penjualan perusahaan 3,7 juta unit tahun ini.

"Mulai tahun ini kami mau  serius, sebelum belum bisa karena kapasitas produksi masih kewalahan memenuhi permintaan ritel konsumen tadinya," komentar Sutarya kepada KompasOtomotif, Sabtu (5/5/2012).

Dijelaskan, saat ini Yamaha sudah memiliki beberapa konsumen "fleet" tapi masih belum digarap maksimal. Mulai tahun ini, kami akan siapkan divisi khusus dari Yamaha untuk konsentrasi penuh pada segmen tersebut.

"Kami akan siapkan 'dealer' khusus untuk menggarap ini, sama seperti merek lain yang sudah konsentrasi penuh pada segmen ini," beber Sutarya.

Jumat, 04 Mei 2012

Hatta Rajasa Resmikan Jelajah Dunia Astra di Taman Mini
Presiden Direktur PT Astra International Tbk, Prijono Sugiarto resmikan renovasi Bale Perangin di Museum Indonesia, TMII
Jakarta - Jelajah Dunia Astra dibuka secara resmi tadi malam (3/5) di Gedung Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. Peresmian dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Hatta Rajasa, Menteri Perindustrian RI, Muhammad Sulaeman Hidayat, Menteri Koperasi dan UKM, Syarief Hasan, Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan, Menteri ESDM, Jero Wacik, Wakapolri, Nanan Sukarna dan Presiden Direktur PT Astra International Tbk, Prijono Sugiarto dan berlangsung dari 4 sampai 6 Mei.
Jelajah Dunia Astra diadakan untuk memperingati ulang tahun  PT Astra International tbk ke-55 ini sekaligus menandai dimulainya renovasi Bale Perangin oleh Astra di Museum Indonesia.
"PT. Astra International adalah induk dari 161 perusahaan yang  bergerak di 6 bidang usaha, mulai dari otomotif, keuangan, alat berat dan tambang, agribisnis, teknologi informasi, infrastruktur ini sering dianggap sebagai miniatur kecil bisnis Indonesia," jelas Prijono.
Selain program tangung jawab sosial perusahaan (CSR), juga diadakan pameran dengan peserta perusahaan dari grup Astra plus hiburan antara lain Serambi Astra, Taman Sari Astra, Zona anak Astra, Kedai Astra, Alun-alun Astra dan Astra mencari bakat.

Kamis, 03 Mei 2012

Sebelum Diganti, Harus Kenal Dulu!
 ILUSTRASI
Jakarta - Setang (handle bar), berperan besar menentukan kenyamanan dan pengendalian saat bermotor.  Karena itu, bila hendak menggantinya, tiga hal yang perlu diperhatikan adalah posisi tangan, duduk dan kaki saat duduk di atas sadel sembari memegang setang. Menurut Topo dari rumah modifikasi Tauco, hal lain yang perlu diperhatikan adalah bagian lain dari setang. Berikut tipsnya.
 
1. Stang jepit/patah
Biasanya  dipakai pada sepeda motor model sport. Skuter dan  bebek juga ada yang menggunakannya. Model ini, posisi pengendaranya agak menunduk dan diklaim membuat pengendalian lebih baik. Pasalnya, memudahkan pengendara merebahkan tubuhnya saat menikung cepat.
Kekurangannya, tangan cepat pegal karena ikut menopang berat badan pengendara. Jika pemasangannya tidak tepat, bisa menghantam tangki bensin (model sport). Karena itu,  untuk model sport, digunakan setang pendek. Masalah, sudut belok jadi kecil.
2. Supermoto bar
Sangat disukai, khususnya untuk sepeda untuk turing. Dengan posturnya yang tinggi, pengendalian menjadi lebih maksimal, posisi tangan tidak tegang. Tepatnya, tangan dan fisik pengendara tidak cepat lelah.

Pemasangannya  juga  tidak terlalu rumit karena  bersifat universal dan bisa dicangkokkan pada  setiap sepeda motor sport. Namun, yang perlu diperhatikan,  setang  yang  terlalu lebar juga  berbahaya jika belum terbiasa menggunakannya. Khususnya, saat selap-selip di celah sepit antar-kendaraan.
3. Stang monyet (Ape handle bar)
Model  ini sekarang lagi marak, khususnya di kalangan pengendara skuter atau sepeda motor bergaya klasik. Banyak disukai, posisi mengendara lebih lebih santai.

"Kalau ukurannya kepanjangan, posisi  menunggang jadi sudah, " jelas Ari, modifikator BMS. Sedangkan untuk pemasangan pada  skuter perlu diberi tambahan adaptor (dudukan). Di samping itu, kalau kepanjangan, harus dipertimbangan pula penggantian kabel rem dan gas.

Rabu, 02 Mei 2012

Cukai Mobil Hanya untuk LCGC
 Mark Widjaja dengan karyanya Daihatsu A-Concept saat dipamerkan di IIMS2011
Jakarta - Rencana pemerintah mengenakan cukai dan bukan Pajak Penambahan Nilai Barang Mewah (PPnBM) ternyata hanya untuk program mobil hijau (LCGC). Program yang sama  tidak berlaku untuk kendaraan lain, misalnya hibrida atau listrik murni.
"Ya, itu diwacanakan juga. Kita sedang fokus untuk LCGC saja dan ini yang didahulukan,"  jelas Edy Putra Irawady, Deputi Menteri Koordintor Perekonomian Bidang Industri dan Perdagangan Menterian Koordinator Perekonomian.

Sebenarnya pada kondisi sekarang - pemerintah pusing dengan subsidi minyak -  insentif juga diberikan untuk mobil ramah lingkungan lainnya, seperti hibrida. Dengan adanya insentif, konsumen lebih tertarik membeli mobil tersebut, seperti yang diterapkan di negara Jepang dan Amerika Serikat Serikat.
ATPM sebenarnya sudah berusaha melakukan pendekatakn ke pemerintah untuk mendapatkan insentif tersebut. Contoh, PT Toyota Astra Motor (TAM). Menurut Presiden Direkturnya, Johnny Darmawan, yang juga Ketua III GAIKINDO, sudah lama mendorong pemerintah mengeluarkan insentif untuk mobil-mobil ramah lingkungan. Namun sampai sekarang, tidak membawa hasil.
"Saya sudah berulang kali coba mengingatkan, sudah dipinjamkan unit (Prius) ke pemerintah. Mereka sudah tahu kelebihan mobil ini,  namun belum ada keputusan," beber Johnny.

Sementara itu, Edy Putra Irawady  menjelaskan, saat ini program LCGC sudah masuk ke tahap finalisasi teknis  antar departemen. Ditargetkan,  akhir tahun ini regulasi sudah bisa keluar.
"Kita akan sampaikan ke pimpinan dulu (Menteri Koordinator Perekonomian). Mudah mudahan lancar, doakan saja (kuartal III keluar)," tutup Edy.

Selasa, 01 Mei 2012

TVS Indonesia Siapkan Apache RTR dengan Harga Bersaing
detail berita
TVS Apache RTR
JAKARTA – TVS Motor sudah resmi melansir varian sport terbarunya, Apache RTR, dengan tiga model Apache RTR 160, RTR 180 ABS dan non ABS. TVS Motor Company Indonesia sebagai agen tunggal pemegang merek di Indonesia juga menyatakan akan meluncurkan varian ini di Tanah Air.

Rencananya, TVS Indonesia akan meluncurkan Apache RTR ini pada akhir semester dua 2012. Dan sampai saat ini, Apache RTR sedang dalam masa pengujian di Indonesia.

“Varian TVS Apache RTR sudah masuk dalam agenda kami di 2012. Kami juga melihat respon di pasar Indonesia dengan Apache RTR yang menggunakan ABS cukup baik. Setidaknya pada akhir semester dua 2012 kami sudah melansir Apache RTR,” jelas Head Corporate Communication TVS Motor Company Indonesia Nurlida Fatmikasari .

“Kalau masalah harga memang belum bisa diperkirakan sekarang. Tentunya kami masih hitung-hitungan agar mendapat komposisi yang tepat. Tapi yang pasti harganya bersaing baik yang ABS maupun non-ABS. Kisarannya mungkin di bawah Rp20 juta,” lanjut wanita yang akrab disapa Mieke ini.

TVS Indonesia menghadirkan varian Apache RTR ini dengan status sudah CKD (completely knocked down) atau langsung dirakit di Indonesia. Dengan kelebihan ini, tentunya varian Apache RTR bisa hadir dengan harga yang bersaing.

Di India sendiri harga TVS Apache RTR 160 sebesar 67.505 Rupee atau Rp11,77 jutaan. Model Apache RTR 180 dibanderol dengan harga 72.090 Rupee atau Rp12,5 jutaan. Dan TVS Apache RTR 180 ABS hadir dengan harga 82.780 Rupee atau Rp14,4 jutaan.

Senin, 30 April 2012

ASCO Tak Khawatir Soal Kenaikan DP & Pembatasan BBM
detail berita
Managing Director ASCO Automotive Audy The Khe Po
MEDIA INFORMASI, JAKARTA – Industri automotif diprediksi akan banyak mengalami kendala di pertengahan 2012 ini. Masalah kenaikan uang muka kendaraan dan pembatasan BBM bersubsidi disinyalir akan memberikan dampak pada pertumbuhan industri automotif.

Namun, ASCO Automotive sebagai dealer resmi Daihatsu, Isuzu, UD Truck dan Peugeot, tidak khawatir dengan dua kendala tersebut. Menurut ASCO, kenaikan DP dan pembatasan BBM bersubsidi malah akan membuat persaingan antar brand semakin sengit.

“Kalau bicara kenaikan DP (Down Payment) uang muka kredit kendaraan baru, saya rasa kami tidak akan terganggu. Pasalnya, kami sudah memiliki standar uang muka yang cukup tinggi sampai 20 persen. Kalau hanya naik 30 persen rasanya tidak mengganggu,” jelas Managing Director ASCO Automotive Audy The Khe Po, Minggu (29/4/2012).

Lebih lanjut mengenai pembatasan BBM bersubsidi, ASCO juga diuntungkan dengan kapasitas mesin Daihatsu Xenia yang hanya 1.000cc dan 1.300cc. Selebihnya, Isuzu menggunakan bahan bakar solar yang tidak terkena pembatasan.

“Penjualan terbesar kami ada di Daihatsu Xenia, dan untungnya Xenia hanya memiliki kapasitas mesin 1.000cc dan 1.300 cc. Penjualan Daihatsu mencapai 800 unit perbulan dan Isuzu 150 unit perbulan,” lanjut Audy.

Mengenai 2012 ini, ASCO memasang target penjualan buat Daihatsu sebesar 9.600 unit, Isuzu 2.000 unit, UD Truck 400 unit dan Peugeot 50 unit. ASCO juga berjanji akan memberikan program-program menarik, bila nanti ada kenaikan DP per 1 Juni mendatang buat lebih menarik minat konsumen.

Minggu, 29 April 2012

Yamaha Indonesia Bekukan Lexam
Lexam masuk peti es, dihentikan produksinya di Indonesia.
Jakarta - Yamaha Indonesia bekukan sementara produksi Lexam karena pertumbuhan penjualan yang kurang positif. Sepeda motor bergenre bebek matik (betik) ini kurang diterima konsumen Indonesia karena dinilai "aneh".
Eko Prabowo, General Manager Pemasaran dan Komunikasi PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) mengatakan, saat ini Yamaha kembali melakukan penelitian mendalam terkait betik dan lebih fokus menggarap skutik.
"Jadi di luar orang masih beranggapan yang namanya bebek ya pakai transmisi sedangkan skutik yang otomatis. Kalau keduanya digabungkan masih belum bisa menerima," komentar Eko di Jakarta, akhir pekan ini.
Honda
Mengacu data Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI), Yamaha Indonesia mulai memberhentikan distribusi Lexam sejak Oktober 2011. Hal serupa dilakukan Honda yang juga punya model betik yakni Revo AT. PT Astra Honda Motor mulai menghentikan distribusi Revo AT sejak Februari 2012.

Kelebihan betik yang punya postur bodi tinggi (bebek) dengan transmisi matik yang selama ini didengungkan  Honda dan Yamaha kurang maksimal. Konsumen cenderung memilih bebek atau skutik. Dengan penghentian produksi ini, apakah era betik di Indonesia berakhir ?!